Pengembangan Pariwisata Sebagai Prioritas Nasional

Pengembangan Pariwisata Sebagai Prioritas Nasional

Post by Administrator     23 Hits   

JAKARTA - Senin, 15 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Kabinet Terbatas ketiga, tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas. Adapun butir-butir Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas terakhir ini adalah :

  1. Presiden mengatakan, tiga tahun yang lalu Presiden sudah menyampaikan akan membangun 10 Bali Baru, namun saat ini pemerintah baru memprioritaskan pada lima lokasi terlebih dahulu.
  2. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah dan melihat secara langsung pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, seperti Mandalika, Toba, Manado, terakhir Labuan Bajo di NTT.
  3. Dari pengamatan Presiden, di lapangan, terdapat beberapa permasalahan yang harus segera diselesaikan.
  • Pertama, terkait masalah pengaturan & pengendalian tata ruang yang masih perlu dibenahi & ditata lagi, contohnya di Sulawesi Utara, Labuan Bajo, dan Toba.
  • Kedua, soal akses dan konektivitas menuju kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas. Menurut Presiden, masih banyak yang perlu dibenahi, seperti airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan ke tujuan wisata & dermaga/pelabuhan. Semuanya perlu dibenahi secepatnya. Presiden memerintahkan para menteri agar tahun ini digarap dan tahun depan selesai karena ada peluang yabg besar untuk menarik wisatawan mancanegara yg dapat menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya.
  • Ketiga, menurut Presiden, fasilitas yang tersedia di lokasi wisata perlu dicek secara baik. Presiden meminta pemerintah provinsi, kabupaten, & kota untuk turun ke bawah, sama-sama membenahi. Misalnya penataan pedagang kaki lima, penataan resto kecil, dan penyediaan toilet.
  • Keempat, berkaitan dgn SDM. Presiden berpesan agar gubernur, bupati & walikota gotong royong menangani pedagang, pemilik hotel, dan pemilik kapal. Semuanya diberikan training & pelatihan, shg mereka bisa mampu melayani wisatawan dengan baik, dengan keramahtamahan & senyuman. Juga pembenahan sarana & prasarana yang ada. Dan ini akan memberikan dampak yang baik, baik berupa di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan.
  • Kelima, Presiden mengatakan, berkaitan dengan produk-produk yg ada di kawasan wisata tersebut, pasar seni & budaya yang perlu ditampilkan. Misalkan tarian tradisi yang ada. Presiden memerintahkan Bekraf untuk bisa menyuntikkan dana untuk kostum penari sehingga bisa diperbarui
  • Keenam, Presiden mengarahkan agar promosi pariwisata yang dilakukan secara besar-besaran & secara terintegrasi. Sehingga mendapatkan multiplier effect yang besar, juga memberikan pertumbuhan pada ekonomi daerah dan nasional.

#PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #InfrastrukturDanPariwisata

(Sumber : https://setkab.go.id/?fbclid=IwAR1tlq6ST793CEAR6nTvUgn5m_vtI7Ubk6K6sVvMkwi8ewU3-jg8I7L_2W4)