Pawai Ogoh-Ogoh Wujud Toleransi Gorontalo

Pawai Ogoh-Ogoh Wujud Toleransi Gorontalo

Post by Administrator     9 Hits   

BOALEMO – Umat Hindu di Gorontalo hidup rukun dan bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman. Bahkan dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1941, Rabu (06/03/2019), umat Hindu menggelar pawai ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh dalam kepercayaan hindu merupakan sifat negatif yang ada dalam diri manusia. Dalam tradisi ogoh-ogoh dibuat patung dengan rupa yang seram dan jahat, kemudian diarak lalu dibakar atau dihancurukan.

“Ini maksudnya agar kita menyongsong Tahun Baru Saka dan Hari Raya Nyepi dalam keadaan bersih,” kata Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Gorontalo I Wayan Sudiarta.

Gelaran pawai Ogoh-ogoh di Kecamatan Wonosari, Boalemo membutikan toleransi antar umat beragama di Gorontalo begitu tinggi. Bahkan, agenda sehari sebelum Nyepi itu, tidak saja diikuti umat Hindu, tapi masyarakat muslim juga ikut menyaksikan. Para pejabat daerah pun turut hadir dalam upacara Ogoh-ogoh.

Wakil Bupati Boalemo Anas Yusuf yang hadir dalam gelaran pawai Ogoh-ogoh mengatakan, hajatan ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi umat hindu setiap tahun.

“Bahkan, dari pelaksanaan perayaan ini menjadi salah satu destinasi pariwisata di Provinsi Gorontalo lebih khusus di Kabupaten Boalemo,” katanya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri menjadikan pawai ogoh-ogoh sebagai  salah satu iven pariwisata di daerah.

“Pawai ogoh-ogoh sudah dijadikan salah satu karya of ivent pada kalender Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan juga Dinas Pariwisata Boalemo. Hal ini sebagai wujud keseriusan bersama melestarikan budaya dan menjadikan destinasi pariwisata Gorontalo,”katanya. Masyarakat sendiri memadati lokasi pawai Ogoh-ogoh yang digelar di alun-alun Wonosari, Boalemo. (HARGO)